An-Nizam Mengantisipasi Dampak Asap


An-Nizam Medan, Senin, 23 September 2019

Menagantisipasi dampak Asap akibat kebakaran hutan Riau dan Kalimantan

Salah satu bencana yang rutin mengunjungi sebagian wilayah negara kita adalah kabut asap. Kabut asap sendiri menandakan bahwa tingkat polusi udara sudah tidak biasa.
Banyak hal yang bisa memicu kemunculan kabut asap. Di kota-kota besar, sumber utama pembentuk kabut asap adalah asap kendaraan bermotor dan industri. Sementara, bencana kabut asap yang menimpa sebagian Sumatera dan Kalimantan umumnya disebabkan oleh pembakaran lahan. Umumnya, kejadian ini muncul pada saat musim kemarau tiba. 3 hari belakangan asap sudah sampai ke Medan.





Setelah selesai Upacara Bendera Dr. H. Hasnan Syarief P, M.Pd selaku Koordinator pendidikan Perguruan Islam An-Nizam mengintruksikan agar membagikan masker gratis keseluruh siswa sebagai antisipasi dampak asap terhadap saluran pernapasan anak-anak. 





Bapak Robin Ginting, M.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah dan juga guru IPA mengatakan  Kabut asap merupakan jenis polusi udara yang dihasilkan dari campuran beberapa gas dan partikel yang bereaksi dengan sinar matahari. Gas-gas yang terlibat dalam proses ini adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon. Sementara itu, partikel-partikel yang terdapat dalam kabut asap adalah asap itu sendiri, debu, pasir, dan serbuk sari.

Seberapa Bahaya Kabut Asap Untuk Kita?

Berikut adalah efek jangka pendek akibat tinggal di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk, seperti kabut asap.
  • Susah bernapas dan kerusakan paru-paru
  • Batuk dan iritasi tenggorokan
  • Memperburuk gejala penyakit paru-paru
  • Berdampak kepada fungsi jantung
  • Berisiko terkena kanker paru-paru
  • Dampak pada kulit

Tak hanya menimbukan gangguan pada organ dalam, seperti saluran pernapasan dan jantung, polusi udara dan kabut asap juga dapat merusak kulit. Kabut asap dapat merusak kulit dengan cara menimbulkan iritasi dan peradangan pada jaringan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa kabut asap dapat meningkatkan risiko penuaan dini kulit, jerawat, kanker kulit, dan memberatnya gejala eksim dan psoriasis. Pungkas PKS Kesiswaan bapak Syaiful Akhyar, S.HI

Perlu dicatat bahwa efek buruk kabut asap berbeda-beda pada tiap individu. Bayi, anak-anak, dan manula adalah kelompok paling rentan terhadap efek kabut asap. Untuk itu, batasilah kegiatan di luar ruangan ketika musim kabut asap datang. Jika pun harus beraktivitas di ruang terbuka, usahakan kegiatan yang dilakukan tidak terlalu menguras tenaga. Selain itu, pakailah masker untuk menutup mulut dan hidung Anda.(ARG)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar