Setiap Anak Hebat


 Medan. 19 November 2021 


Anak-anak itu fitrahnya hebat: senang ibadah, mandiri, penyayang, pembelajar, berfisik sehat, dst ? tp terkadang, fitrah hebat itu justru terkubur karena pola pengasuhan pada tumbuh kembangnya.. ❤

Di era skrg, banyak sekali anak-anak baligh di usia dini, namun secara akal masih jauh tertinggal. Padahal, ketika mereka baligh, secara otomatis berbagai kewajiban dan kesalahan menjadi konsekuensi tanggung jawab mereka pribadi. ?

*)Fitrahnya, anak-anak mudah bangun dan beraktifitas di pagi hari. ? Seiring dengan pertumbuhan bayi, akan ada masa di mana mereka seneng bangun sebelum subuh. Tapi kebanyakan dari ortu menidurkan mereka kembali agar bisa beraktivitas. Padahal, bangun sebelum subuh itu sehat, dan ini adalah fitrah agar mereka sampai dengan dewasa senang dan terbiasa bangun sebelum subuh.

Jadi, jangan mengeluhkan anak2 yg susah dibangunkan pagi2, kalau ketika mereka kecil, mereka bangun pagi disuruh tidur lagi. πŸ™‚

*)Fitrahnya, anak-anak itu senang mandiri.

Masih inget nggak ketika antara usia 5-8 bulan anak sering nggak mau disuapin tapi maunya pegang sendiri? πŸ™‚ segala benda yang mereka lihat inginnya dimasukkan ke mulut?

Maka sebetulnya, kalau para ortu bisa dan mau, anak2 bisa difasilitasi. Berikan makanan yang bisa dipegang, dikunyah pelan2, atau dihisap. ? Metode seperti ini lebih terkenal dengan sebutan Baby Led Weaning atau BLW. InsyaAllah metode ini membantu menyalurkan fitrah mandiri mereka sejak dini, melatih motorik halus, memberikan hak perut (kapan kenyang) kepada mereka sendiri, menyalurkan fitrah gigit2 mereka, dan insyaAllah gak ada sesi kejar2an sambil suap2an, insyaallah gak ada sesi pindah dr bubur ke nasi. ? Tantangannya apa? Di awal2 mungkin akan berantakan. Sabar, insyaAllah beberapa bulan lagi dia bisa makan pakai sendok dengan tingkat tumpah yang semakin sedikit. ?

Intinya, jangan mengeluhkan anak yang malas makan sendiri, kalau ternyata justru ortunyalah yang mengajarkan nikmatnya makan disuapi πŸ™‚

*)Fitrahnya pula, anak seharusnya mampu menjadi pembelajar terbaik, dan belajar yang baik2. Di usia dini, bukan cuman lengket, tapi apapun yang ortu lakukan, anak-anak ingin tiru dan pelajari.

Merekalah sang peniru ulung. Mereka belajar cara bicara, sesuai dengan kita, hingga pada nada titik koma juga nada suara. Mereka melihat kita makan, minum, menggosok gigi. Mereka ikut kita sejak bangun pagi, shalat, mandi, dst. Mereka merekam dan meniru. Tugas kitalah menjada perilaku lebih baik dari ketika ada cctv.

Sayangnya, justru terkadang orangtualah yang mengajarkan hal negatif.

Orangtua lah yang diam2 pergi meninggalkan anak tanpa izin karena khawatir anak menangis, orangtualah yang kadang mengajarkan “yuk liat cicak” padahal tidak ada cicaknya, ortulah yang mengajarkan makanan junk food pertana kali, ortu juga yang mengajarkan kalimat kasar, kalimat bernada tinggu, cara marah, dan seterusnya.

Maka jangan heran, kalau ada ortu sering memarahi anak, dan ketika besar anaknya menjadi pemarah yang lebih ulung dan kreatif. Dari ortunyalah nereka pertama kali belajar. πŸ™‚

sebaliknya, jangan heran, kalau ada anak yang tanpa disuruh senang shalat, senang pergi ke masjid, berbicara bisa lemah lembut, karena ternyata itulah dunia yang ia teladani sejak kecilnya. πŸ™‚

Untuk itu SMP Islam An-Nizam senantiasa memberikan ruang kepada anak-anak untuk menunjukkan bakat dan minat mereka dan juga memberikan apresiasi kepada anak anak dalam rangka memotivasi mereka kata kepala Sekolah bapak Robin Ginting, M.Pd.


 Hari ini Jumat perdana setelah covid 19 anak anak kembali melakukan literasi Al-qur'an di lapangan dalam rangka membiasakan membaca terlebih membaca dan menghafal Alqur'an. hal ini sejalan dengan profil pelajar pancasila yaitu bertaqwa kepada Allah SWT dan Berbudi pekerti luhur. 


 Selain itu itu juga setiap hari anak-anak mengisi laporan ibadah yang di buat dalam Google Form untuk mengukur kegiatan ibadah anak -anak agar terbiasa melakukan nya baik di rumah maupun disekolah.  




kegiatan ditutup dengan foto bersama dengan anak anak hebat, hebat dalam disiplin, hebat dalam progres hafalan, hebat dalam akademik, hebat dalam ibadah.



1 komentar: