KIR (Kelompok Ilmiah Remaja)


Medan, 10 Oktober 2019, Peserta ekskul KIR SMP An-Nizam berkunjung ke salah satu industri rumah tangga pembuatan Tempe.


    Anak KIR  Foto bersama pemilik industri rumah tangga pembuatan Tempe.


Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi kedelai. Tempe ialah makanan khas Indonesia yang mulai populer di seluruh dunia. Bukan hanya karena harganya yang murah meriah tetapi juga kandungan nutrisinya yang tinggi. Apalagi jika di buah dari bahan baku yang baik dan bermutu, tempe akan dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan protein yang sangat tinggi.Dibalik itu ada fakta yang tidak diketahui oleh banyak orang tentang tempe. Sehat dan tidaknya tempe yang kita makan ini ditentuka dari dari bahan bakunya, yaitu biji kedelainya. Saat ini banyak sekali kedelai yang dihasilkan dari proses penanaman yang tidak baik. Baik dari segi bibitnya maupun cara tanamnya.

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa kedelai banyak mengandung senyawa aktif yang baik untuk kesehatan seperti pitosterol, lecithin, isoflavon, fitoestrogen dan inhibitor protease. Disamping itu kedelai juga sumber protein, besi, kalsium, serat fosfor, vitamin B1, B2, B6, E dan asam folat. Senyawa dan usnur-unsur yang terkandung dalam kedelai sangat bagus untuk kesehatan yang antara lain dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mencegah kanker, menurunkan kolesterol, meningkatkan fungsi jantung dan kandung kemih, bisa menyembuhkan berbagai gangguan neurologis, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, mengurangi gejala PMS (premenstrual syndrome) dan osteoporosis. Selain itu senyawa isoflavon tertentu yang terdapat dalam kedelai sangat baik untuk mencegah kanker payudara dan colon.

Tempe adalah satu-satunya makanan berprotein tinggi yang murah meriah dan kita semua bergantung padanya. Jika anda merasa ragu dengan tempe yang beredar di pasaran, adalah lebih baik membuatnya sendiri dalam skala rumah tangga yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain karena pasti lebih higienis dan bersih, anda juga dapat memilih bahan baku berkualitas tinggi. Tempe yang paling populer ini berasal dari fermentasi ragi pada kacang kedelai. Ragi yang digunakan tentu saja berbeda dengan ragi roti atau tape yaitu Rhizopus oligosporus. Pembuatan tempe dari kacang kedelai ini dapat dibagi menjadi dua berdasarkan medium pembuatannya, atau yang biasa kita kenal dengan bahan pembungkusnya. Nah ternyata perbedaan bahan pembungkus ini menghasilkan cita rasa tempe & karakteristik yang berbeda. Sebelum kita bahas cara membuat tempe maka terlebih dahulu kita perlu mengetahui sejarahnya.


Sejarah Tempe
Sejarah tempe memang tidak bisa lepas dari bahan bakunya, kedelai. Menurut pakar tempe dari Universitas Gajah Mada, Mary Astuti menjelaskan, kata kedelai yang ditulis kadele dalam bahasa Jawa ditemukan dalam Serat Sri Tanjung (abad ke-12 atau 13). Selain berada di dalam legenda kota Banyuwangi itu, kata kedelai juga dijumpai dalam Serat Centhini, yang ditulis oleh juru tulis keraton Surakarta, R Ng Ronggo Sutrasno pada 1814.
Pada jilid kedua Serat Centhini digambarkan perjalanan Cebolang dari Purbalingga menuju Mataram, kemudian singgah di rumah Ki Amongtrustha, yang menjamu makan malam dengan lauk bubuk dhele. Di Mataram, Cebolang diberitahu bahwa sesaji dalam kacar-kucur, yakni upacara persiapan menikahkan anak, terdapat kacang kawak (lama) dan kedelai kawak, beras kuning, bunga, dan uang logam.Berdasarkan penelitian genetik, kedelai berasal dari Tiongkok, meski tidak ada keterangan apakah jenisnya kedelai hitam atau kuning. Menurut ahli sejarawan Ong Hok Ham dalam “Tempe Sumbangan Jawa untuk Dunia, kacang kedelai sudah sejak 5.000 tahun lalu dikenal di Tiongkok. Meskipun dijelaskan dengan berbagai versi, tetap saja makanan ini disebut sebagai makan kerakyatran, karena harga yang relative terjangkau dan mudah untuk ditemukan, Berikut manfaat kesehatan tempe bagi tubuh.
Manfaat Tempe Bagi Kesehatan 
Setelah Anda mengetahui apa saja kandungan nutrisi penting yang terdapat pada tempe maka Anda juga perlu untuk mengetahui apa saja manfaat tempe bagi kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa manfaat tempe.
1. Sumber Protein
Tempe merupakan sumber protein yang tinggi dengan kandungan sekitar 18 jenis protein dan asam amino yang mudah dicerna tubuh. Disarankan untuk mereka yang menjalani diet dan weight loss seperti para atlet binaraga dan fitness mania.
2. Menurunkan Risiko Serangan Jantung
Menetralkan efek negatif kolesterol jahat karena banyak mengandung lemak tak jenuh majemuk (PUFA), niasin, Omega 3 dan 6 sehingga dapat menurunkan resiko serangan jantung (koroner).
3. Dapat Membantu dalam proses metabolisme tubuh
Kandungan Riboflavin (vitamin B2) dan niacin (vitamin B3) yang terkandung tempe berpera penting dalam proses metabolisme tubuh. riboflavon berguna bagi kesehatan mata dan kulit, sedangkan kadnungan niacin sendiri berguna dalam membantun pengontrolan nafsu makan.
4.Memiliki kandungan antibiotik natural
Jamur rhizopus dalam tempe dapat membroduksi antibiotok alamy yang berperan dalam mencegah terjangkitnya infeksi penyakit diare serta disentri, dan juga masih banyak kandungan laiinya yang terkandung di dalamnnya


Beberapa Jenis Tempe yang Ada di Indonesia
Tempe Kedelai
Jenis tempe yang paling populer ini berasal dari fermentasi ragi pada kacang kedelai. Ragi yang digunakan tentu saja berbeda dengan ragi roti atau tape yaitu Rhizopus oligosporus. Pembuatan tempe sendiri yang berasal dari kacang kedelai ini dapat dibagi menjadi dua berdasarkan medium pembuatannya, atau yang biasa kita kenal dengan bahan pembungkusnya.
Tempe Bongkrek
Tempe bongkrek sebenarnya cukup populer sebelum akhirnya terjadi peristiwa keracunan tempe bongkrek. Tempe khas Jawa Tengah yang berasal dari ampas kelapa ini, memiliki warna hijau tua dan rasa yang gurih. Tempe ini biasannya dikonsumsi dengan cara digoreng atau dibuat masakan empis tempe bongkrek, yaitu campuran antara tempe bongkrek yang dipotong dadu dengan pete.
Tempe Gembus atau Menjos
Tempe gembus merupakan tempe yang berasal dari ampas tahu dengan rasa yang gurih dan tekstur yang empuk. Tempe ini harus dikonsumsi minimal 28 jam setelah proses produksi selesai. Biasanya tempe ini diolah menjadi tempe goreng atau dimasak bersama sayuran dan cabai.

Cara Membuat Tempe Sendiri

Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga. Jadi jika Anda mau membuat tempe sendiri? Berikut bebrapa Langkah Cara Membuat Tempe yang Sehat dan Enak, Apa sajakah itu :
1.Membuat Tempe Kedelai


Alat Yang Digunakan :

  • Baskom
  • Saringan
  • Dandang
  • Kipas Angin /Kipas
  • Sotel kayu
  • Tampah
  • Kompor
  • Kantong plastik, atau daun pisang, atau daun jati.
  • Peralatan lain yang diperlukan

Bahan Yang Diperlukan :

  • Kacang kedelai, untuk bahan kedelai, baik juga dipertimbangkan untuk memakai bahan kedelai lokal yang sifatnya lebih organik.
  • Ragi tempe.
Cara membuat :
  1. Cucilah tampah, ayakan, kipas dan cukil yang akan digunakan, kemudian dikeringkan.
  2. Bersihkan kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur, kemudian cuci hingga bersih.
  3. Setelah itu rendam kacang kedelai yang telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan air dingin biasa (proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin ).
  4. Lepaskan kulit biji kedelai yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas dengan menggunakan air bersih. catatan, jika usaha anda mulai besar, ada baiknya untuk mempermudah proses pemisahan kulit ari kedelai, bisa juga mulai memakai mesin pengupas kulit ari kemudian Kukus / rebus biji kedelai tersebut sampai empuk.
  5. Setelah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah dibersihkan, lalu diangin-angin dengan kipas/ kipas angin sambil diaduk-aduk hingga biji-biji tersebut terasa hangat.
  6. Taburkan ragi tempe (RAPRIMA) yang telah disiapkan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk supaya merata (1,5 gram ragi tempe untuk 2 kg kedelai). 8. Siapkan kantong plastik atau daun pisang, atau daun jati untuk pembungkus. Bila kantong plastik yang Anda gunakan sebagai pembungkus, berilah lubang-lubang kecil pada kantong tersebut dengan menggunakan lidi atau garpu.
  7. Masukan kedelai yang telah diberi ragi tempe (RAPRIMA) ke dalam pembungkusnya, atur ketebalannya sesuai dengan selera
  8. Terakhir proses fermentasi kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari atau hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar